January 19, 2009...10:59 am

MISI HIDUP DALAM KERJA

Jump to Comments

Seorang wanita tua bertubuh gemuk dengan senyum jenaka disela-sela pipinya yg bulat, dusuk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah.

 

Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab “Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun.” Tapi bukankah ia bisa menaikkan harga sedikit? Sekali lagi dia terkekeh ” Lalu bagaimana kuli2 itu bisa beli? siapa yg mau menyediakan sarapan buat mereka?” katanya sambil menunjuk para lelaki yang kini berlompatan keatas truk pengantar mereka ketempat kerja.

 

Ah! betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana wanita tua diatas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yg menahan langit agar tak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka.

 

Bukankah sedemikian tugas kita dalam kerja? Menghadirkan secercah kesejahteraan bagi sesama.

Leave a Reply